ihsg-trading-halt

IHSG Anjlok 8%, BEI Lakukan Trading Halt

Jakarta, 28 Januari 2026 — Pasar saham Indonesia mengalami guncangan besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8%, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Tekanan pasar dipicu oleh isu pembekuan rebalancing indeks oleh MSCI yang mendorong keluarnya dana asing secara signifikan.

Sejak awal perdagangan, tekanan jual langsung mendominasi pasar. Investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituen utama indeks MSCI. Kondisi ini membuat IHSG terus melemah hingga menembus batas penurunan yang ditetapkan regulator.

MSCI Rebalancing Jadi Pemicu Utama

Isu utama yang menekan pasar adalah kabar bahwa MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan investor global karena berpotensi menahan aliran dana indeks pasif yang biasanya masuk ke pasar saham Indonesia.

Selain itu, MSCI juga disebut meminta peningkatan transparansi pasar kepada BEI, khususnya terkait:

  • Data kepemilikan saham,
  • Struktur free float,
  • Aksesibilitas dan investability pasar bagi investor global.

Permintaan transparansi ini memicu sentimen negatif karena dinilai sebagai sinyal kehati-hatian MSCI terhadap kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Dana Asing Keluar, Tekanan Jual Tak Terbendung

Akibat isu tersebut, dana asing memilih untuk mengurangi eksposur di pasar saham Indonesia, sehingga aksi jual terjadi secara masif dan serentak. Saham perbankan, energi, dan saham indeks utama menjadi yang paling tertekan, mengingat bobotnya yang besar dalam indeks MSCI.

Kondisi ini mempercepat pelemahan IHSG hingga mencapai penurunan sekitar 8% dalam satu hari perdagangan.

BEI Terapkan Trading Halt

Melihat tekanan yang semakin dalam, BEI resmi memberlakukan trading halt sesuai ketentuan yang berlaku ketika IHSG turun lebih dari 5%. Trading halt dilakukan untuk:

  • Meredam kepanikan investor,
  • Memberi waktu pasar mencerna informasi,
  • Menjaga perdagangan tetap teratur dan wajar.

BEI menegaskan bahwa langkah ini bersifat preventif dan merupakan bagian dari mekanisme perlindungan pasar di tengah volatilitas ekstrem.

Prospek Pasar ke Depan

Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada:

  • Kejelasan sikap MSCI terhadap pasar Indonesia,
  • Respons BEI dalam meningkatkan transparansi pasar,
  • Kembalinya kepercayaan investor asing.

Dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih tinggi. Namun, jika komunikasi antara regulator dan MSCI membaik, pasar berpeluang mengalami pemulihan secara bertahap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *