Pasar keuangan global tengah berada dalam fase wait and see menjelang pengumuman keputusan suku bunga pada 29 Januari. Investor dari berbagai instrument, mulai dari saham, obligasi, hingga mata uang, menahan diri sambil mencermati arah kebijakan bank sentral, khususnya terkait interest rate yang saat ini berada di level 3,75%. Meski tensi pasar meningkat, konsensus pelaku pasar menunjukkan satu kesimpulan utama: kemungkinan besar suku bunga akan ditahan.
Menurut data dari FedWatch – CME Group, kemungkinan suku bunga ditahan mencapai 97,2% berapa di 350-375 bps

Source: FedWacth – CME Group
Sikap Hati-Hati Bank Sentral
Dalam beberapa bulan terakhir, bank sentral global cenderung mengambil sikap lebih hati-hati. Penurunan inflasi memang mulai terlihat, namun belum cukup kuat untuk mendorong pelonggaran kebijakan secara agresif. Di sisi lain, menaikkan suku bunga juga berisiko menekan pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat.
Dengan kondisi tersebut, level 3,75% dinilai sudah cukup restriktif untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus tidak terlalu menekan aktivitas ekonomi. Inilah alasan utama mengapa pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pengumuman 29 Januari 2026.
Respons Pasar: Volatilitas Meningkat
Menjelang pengumuman suku bunga, pasar biasanya menunjukkan pola yang sama: volatilitas meningkat, volume transaksi menurun. Investor cenderung mengamankan posisi, terutama di aset berisiko seperti saham.
Indeks saham bergerak fluktuatif, sementara pasar obligasi mulai memprice-in skenario “higher for longer”, yaitu suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Di sisi lain, nilai tukar relatif bergerak stabil karena pasar sudah lebih dulu mengantisipasi keputusan tersebut.
Dampak Jika Suku Bunga Ditahan
Apabila suku bunga benar-benar dipertahankan di 3,75%, dampaknya akan cenderung netral hingga positif bagi pasar:
- Pasar saham berpotensi merespons positif karena ketidakpastian berkurang.
- Pasar obligasi tetap menarik bagi investor yang mencari imbal hasil stabil.
- Nilai tukar cenderung terjaga karena tidak ada kejutan kebijakan.
Namun, investor tetap akan mencermati nada pernyataan bank sentral. Bukan hanya keputusan suku bunga yang penting, tetapi juga sinyal arah kebijakan ke depan, apakah masih hawkish, netral, atau mulai membuka ruang penurunan suku bunga.
Fokus Investor: Forward Guidance
Saat suku bunga ditahan, perhatian pasar biasanya beralih ke forward guidance. Apakah bank sentral memberi sinyal pemangkasan suku bunga di semester berikutnya? Atau justru menegaskan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama?
Pernyataan inilah yang sering kali menjadi pemicu pergerakan pasar yang lebih besar dibanding keputusan suku bunga itu sendiri.
Kesimpulan
Menjelang 29 Januari, market memang bergetar, namun bukan karena ketakutan akan perubahan drastis. Justru, pasar sedang menunggu kepastian arah kebijakan. Dengan suku bunga di 3,75% dan ekspektasi tidak berubah, fokus utama investor kini tertuju pada pesan bank sentral tentang masa depan kebijakan moneter.
Bagi pelaku pasar, fase ini menjadi momen penting untuk tetap disiplin, mengelola risiko, dan tidak bereaksi berlebihan terhadap volatilitas jangka pendek.

