Pasar kripto kembali diguncang tekanan hebat. Harga Bitcoin (BTC) anjlok hingga menyentuh level $84.400, memicu kepanikan di kalangan investor dan trader. Penurunan tajam ini membuat kondisi pasar digambarkan sebagai “market crypto kebakaran”, di mana aksi jual terjadi secara cepat dan masif di hampir seluruh aset digital.
Dalam beberapa jam terakhir, tekanan jual terus mendominasi pergerakan harga Bitcoin, menyeret kapitalisasi pasar kripto global turun signifikan. Sentimen negatif ini tidak hanya berdampak pada Bitcoin, tetapi juga memukul mayoritas altcoin dengan koreksi yang lebih dalam.
Faktor Pemicu Kejatuhan Bitcoin
Penurunan Bitcoin ke level $84.400 tidak terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu pelemahan pasar kripto saat ini.
Pertama, sentimen risk-off global kembali menguat. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Meski suku bunga The Fed diperkirakan ditahan, pasar masih menilai likuiditas global belum cukup longgar untuk mendorong aset spekulatif seperti kripto.
Kedua, likuidasi besar-besaran di pasar derivatif mempercepat penurunan harga. Ketika Bitcoin menembus level support penting, banyak posisi long di pasar futures terpaksa ditutup secara otomatis. Efek domino dari likuidasi ini membuat tekanan jual semakin dalam dan sulit dibendung dalam waktu singkat.
Ketiga, minimnya katalis positif jangka pendek turut memperburuk kondisi. Pasar kripto saat ini berada dalam fase menunggu, baik dari kebijakan moneter, arus dana institusi, maupun sentimen makro yang lebih mendukung.
Altcoin Tertekan Lebih Dalam
Kondisi “market crypto kebakaran” tidak hanya dirasakan Bitcoin. Altcoin utama seperti Ethereum, Solana, dan sejumlah token lapis kedua mengalami koreksi yang lebih tajam. Hal ini lazim terjadi saat Bitcoin melemah signifikan, karena investor cenderung keluar dari aset dengan risiko lebih tinggi terlebih dahulu.
Di tengah tekanan ini, dominasi Bitcoin cenderung meningkat, menandakan bahwa investor memilih bertahan di aset kripto utama dibanding altcoin yang volatilitasnya lebih tinggi.
Level Kritis dan Arah Selanjutnya
Secara teknikal, level $84.400 menjadi area penting yang kini diawasi pelaku pasar. Jika Bitcoin gagal bertahan di zona ini, potensi penurunan lanjutan ke $80.000 dan $74.000 berikutnya masih terbuka. Namun, jika harga mampu bertahan dan membentuk konsolidasi, tidak menutup kemungkinan terjadi technical rebound dalam jangka pendek.
Sebagian investor melihat kondisi ini sebagai fase pembersihan pasar (shake-out), di mana posisi spekulatif berlebihan tersapu sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.
Kesimpulan
Turunnya Bitcoin ke $84.400 menegaskan bahwa pasar kripto masih sangat rentan terhadap perubahan sentimen global dan likuiditas. Dalam kondisi market crypto kebakaran, volatilitas tinggi menjadi tantangan utama bagi investor.
Pendekatan yang disiplin, manajemen risiko yang ketat, serta kesabaran menunggu konfirmasi arah pasar menjadi kunci dalam menghadapi fase pasar yang bergejolak seperti saat ini.

