bitcoin-bottom-2026

Bitcoin Bottom di 9 Oktober 2026? Membaca Siklus 4 Year Cycle Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin sering kali terlihat tidak terduga dalam jangka pendek. Namun jika dilihat dari perspektif jangka panjang, pasar kripto ternyata memiliki pola siklus yang cukup konsisten. Salah satu teori yang paling sering digunakan investor adalah 4 year cycle Bitcoin, yang berkaitan erat dengan fase bull market dan bear market.

Berdasarkan pola historis tersebut, muncul analisis menarik: jika puncak harga (top) Bitcoin terjadi pada 10 Oktober 2025, maka secara historis pasar berpotensi mencapai titik terendah atau bottom sekitar 364 hari kemudian, yaitu pada 9 Oktober 2026.

Memahami 4 Year Cycle Bitcoin

Siklus empat tahunan Bitcoin berkaitan erat dengan mekanisme halving, yaitu pengurangan reward penambangan Bitcoin yang terjadi setiap kurang lebih empat tahun sekali. Peristiwa ini memengaruhi suplai baru Bitcoin di pasar dan sering menjadi pemicu perubahan tren besar.

Secara umum, siklus Bitcoin sering mengikuti pola berikut:

  1. Fase akumulasi setelah bear market
  2. Awal bull market
  3. Fase euforia dan pembentukan puncak harga
  4. Bear market menuju bottom baru

Pola ini telah terlihat berulang dalam beberapa siklus sebelumnya, meskipun tidak selalu identik.

Bear Market Historis: 364 Hari dari Top ke Bottom

bitcoin-bear-market

Jika melihat data historis Bitcoin, rata-rata durasi bear market dari puncak harga hingga titik terendah berada di sekitar 364 hari. Artinya, pasar biasanya membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk menyelesaikan fase koreksi utama.

Dengan asumsi:

  • Top Bitcoin: 10 Oktober 2025
  • Durasi bear market: ±364 hari

Maka estimasi waktu bottom secara siklus jatuh pada: 9 Oktober 2026

Perhitungan ini bukan prediksi pasti, melainkan pendekatan berbasis pola historis yang sering digunakan analis siklus pasar.

Mengapa Bottom Tidak Terjadi Secara Instan?

Bear market Bitcoin biasanya berlangsung cukup lama karena beberapa faktor:

  • Kapitalisasi pasar yang besar membutuhkan waktu untuk stabil
  • Investor institusi melakukan distribusi bertahap
  • Sentimen pasar berubah dari euforia menjadi ketakutan
  • Likuiditas global cenderung mengetat setelah fase bullish

Pada fase akhir bear market, pasar sering mengalami kapitulasi kondisi ketika mayoritas pelaku pasar kehilangan optimisme sebelum tren baru dimulai.

Apa Artinya Jika Siklus Ini Kembali Terulang?

Jika pola 4 year cycle kembali berjalan serupa dengan siklus sebelumnya, maka periode menuju Oktober 2026 berpotensi menjadi fase konsolidasi panjang bagi Bitcoin.

Secara historis, fase setelah bottom justru sering menjadi awal peluang terbesar bagi investor jangka panjang. Banyak akumulasi besar terjadi saat sentimen pasar berada di titik terendah.

Namun penting untuk diingat bahwa pasar kripto tetap dipengaruhi faktor lain seperti kondisi makro ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta arus dana institusi.

Bukan Prediksi, Melainkan Kerangka Analisis

Analisis siklus bukanlah alat untuk menentukan tanggal pasti pergerakan harga, melainkan kerangka untuk memahami ritme pasar. Bitcoin tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi, sehingga hasil aktual dapat berbeda dari pola historis.

Investor disarankan menggunakan analisis siklus sebagai referensi tambahan, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Mengacu pada pola historis 4 year cycle Bitcoin, bear market rata-rata berlangsung sekitar 364 hari dari puncak ke bottom. Jika top terjadi pada 10 Oktober 2025, maka estimasi waktu bottom berada di sekitar 9 Oktober 2026.

Apakah sejarah akan kembali terulang? Jawabannya masih terbuka. Namun memahami siklus pasar dapat membantu investor melihat pergerakan Bitcoin dengan perspektif yang lebih tenang dan strategis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *