Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang beroperasi tanpa bank sentral atau otoritas tunggal. Bitcoin diciptakan oleh seseorang atau kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Seluruh transaksi Bitcoin dicatat dalam sistem bernama blockchain, yaitu buku besar digital yang bersifat transparan dan tidak dapat dimanipulasi.
Baca juga: Apa Itu Altcoin? Pengertian, Jenis & Perbedaannya dengan Bitcoin
Berbeda dengan uang konvensional, Bitcoin tidak berbentuk fisik dan hanya tersedia dalam bentuk digital.
Fungsi Bitcoin
Bitcoin memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
- Alat tukar digital
Bitcoin dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara peer-to-peer tanpa perantara seperti bank. - Aset investasi
Banyak investor menjadikan Bitcoin sebagai aset investasi karena sifatnya yang terbatas dan potensinya sebagai lindung nilai. - Penyimpan nilai (Store of Value)
Bitcoin sering disamakan dengan “emas digital” karena jumlahnya terbatas, yaitu hanya 21 juta BTC. - Sarana transfer lintas negara
Bitcoin memungkinkan pengiriman dana lintas negara dengan biaya relatif rendah dan waktu yang cepat.
Cara Kerja Bitcoin
Cara kerja Bitcoin bergantung pada teknologi blockchain dan mekanisme kriptografi.
- Blockchain
Setiap transaksi Bitcoin dicatat dalam blok dan dirangkai menjadi rantai blok (blockchain). Data ini tersebar di ribuan komputer (node) di seluruh dunia. - Mining
Transaksi diverifikasi oleh penambang (miner) melalui proses pemecahan algoritma kriptografi. Miner yang berhasil akan mendapatkan imbalan Bitcoin. - Desentralisasi
Tidak ada satu pihak pun yang mengendalikan jaringan Bitcoin. Semua pengguna memiliki salinan data yang sama.
Kelebihan Bitcoin
- Terdesentralisasi dan transparan
- Jumlah terbatas, tidak bisa dicetak sembarangan
- Mudah diakses secara global
- Tidak tergantung sistem perbankan
Risiko Bitcoin
- Harga sangat volatil
- Risiko keamanan jika wallet tidak dijaga dengan baik
- Belum sepenuhnya diterima sebagai alat pembayaran resmi di semua negara

