Dividen Interim Bank Mandiri (BMRI) 2025: Jadwal, Besaran, dan Analisis Kinerja

lensa-investasi-bmri-bagi-dividen

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menunjukkan dominasinya sebagai pemimpin pasar perbankan dengan mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Aksi korporasi ini menjadi kabar gembira bagi para investor di awal tahun 2026, mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai optimal secara berkelanjutan.

Rincian Nilai dan Besaran Dividen BMRI

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri berencana membagikan total dividen interim sebesar Rp 9,3 triliun. Pemegang saham akan menerima sebesar Rp 100 per lembar saham. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebutkan bahwa angka ini masih bersifat indikatif dan akan disesuaikan dengan data final pemegang saham pada saat pelaksanaan. Hal ini lumrah terjadi untuk memastikan akurasi distribusi dana kepada seluruh investor yang berhak.

Jadwal Lengkap Dividen Interim Bank Mandiri 2026

Bagi Anda yang mengincar dividend yield dari saham BMRI, pastikan untuk mencatat tanggal-tanggal penting berikut agar tidak kehilangan hak atas dividen:

Agenda

Pengumuman Dividen

Cum-Dividend (Pasar Regular & Negoisasi)

Ex-Dividend (Pasar Regular & Negoisasi)

Daftar Pemegang Saham (Recording Date)

Tanggal Pembayaran (Paymet Date)

Jadwal Pelaksanaan

19 Desember 2025

5 Januari 2026

6 Januari 2026

7 Januari 2026

14 Januari 2026

Catatan: Pastikan Anda memiliki saham BMRI paling lambat pada tanggal Cum-Dividend untuk tercatat sebagai penerima dividen interim ini.

Penjelasan:
Cum-Dividend: Batas akhir memiliki saham untuk mendapatkan dividen
Ex-Dividend: Tanggal di mana pembeli saham sudah tidak berhak atas dividen

Analisis Kinerja Keuangan: Mengapa BMRI Layak Dikoleksi?

Keputusan pembagian dividen di tengah dinamika ekonomi global didorong oleh fundamental yang sangat solid. Hingga November 2025, Bank Mandiri menunjukkan pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri.

1. Pertumbuhan Kredit yang Agresif

Penyaluran kredit Bank Mandiri (bank only) tumbuh 13,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1.452 triliun. Fokus pada sektor produktif dan ekonomi kerakyatan menjadi mesin utama pertumbuhan ini.

2. Likuiditas Sehat dan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Perseroan berhasil menghimpun DPK sebesar Rp 1.584 triliun atau naik 15,9% yoy. Dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) di angka 91%, Bank Mandiri memiliki likuiditas yang cukup kuat untuk mendanai ekspansi bisnis di masa depan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.

3. Ketahanan Aset yang Masif

Total aset Bank Mandiri kini mencapai Rp 2.120 triliun, tumbuh 14,6% secara tahunan. Ketahanan aset ini memberikan perlindungan bagi investor terhadap fluktuasi kebijakan moneter dan volatilitas pasar global.

Kesimpulan: Komitmen BMRI terhadap Pemegang Saham

Pembagian dividen interim Rp 100 per saham ini merupakan bukti nyata dari efisiensi operasional dan strategi pengelolaan dana yang efektif. Dengan jadwal pembayaran pada 14 Januari 2026, Bank Mandiri mengawali tahun dengan optimisme tinggi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai saham blue-chip pilihan utama bagi investor domestik maupun asing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *